INTRODUKSI TEKNIK SAMBUNG TANAMAN KEMUKUS (Piper cubeba L.) DENGAN TANAMAN MALADA UNTUK MENGHASILKAN BIBIT YANG BERKUALITAS DAN TAHAN PENYAKIT
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Kemukus (Piper cubeba L.) merupakan komoditas perkebunan yang belum banyak
dikembangkan dan dikebunkan secara intensif. Secara ekonomi, komoditas kemukus
termasuk dalam komoditas rempah yang banyak diserap oleh industri obat ataupun jamu
nasional. Desa Kemawi, Kecamatan Somagede Kab. Banyumas merupakan salah satu desa
yang sampai saat ini masih mengembangkan dan membudidayakan tanaman kemukus.
Bahan tanam dikembangkan secara mandiri melalui teknik stek, tetapi hal ini mengalami
hambatan dimana keberhasilan tumbuh stek sangat kecil, dan apabila dikembangbiakan
dengan biji, untuk mencapai masa produktif cukup lama sampai dua tahun. Hambatan lain
yang cukup besar dalam pengembangan tanaman kemukus adalah serangan penyakit
terutama penyakit busuk pangkal batang yang banyak menyerang tanaman produktif hingga
mengalami kematian. Kegiatan ini bertujuan untuk transfer teknologi pembibitan tanaman
kemukus dengan teknik sambung dengan tanaman malada di Kelompok Tani Sekar Aji Desa
Kemawi Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas Kegiatan IPTEKS dilaksanakan mulai
bulan April sampai Oktober 2022, di Kelompok Tani Sekar Aji Desa Kemawi, Kec.
Somagede Kab. Banyumas. Untuk mengatasi permasalahan mitra beberapa solusi teknologi
yang ditawarkan adalah transfer teknologi melalui pendampingan, pelatihan, dan demplot.
Metode ceramah dan diskusi dilakukan sebagai media alih informasi yang bersifat interaktif
dan berlangsung dua arah. Pemecahan yang ditawarkan melalui program penerapan Ipteks
di Kelompok Tani Sekar Aji antara lain pelatihan dan penyuluhan pembuatan bibit tanaman
kemukus sambung dengan tanaman malada, demplot pembibitan tanaman kemukus
sambung dengan tanaman malada. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa Petani yang
tergabung dalam Kelompok Tani Sekar Aji telah mampu mengadopsi teknologi bibit
kemukus dengan sambung tanaman malada. Bibit sambung tanaman kemukus dengan
malada keberhasilan sambung tertinggi mencapai 65 persen dengan teknik sambung batang
atas 2 ruas.
dikembangkan dan dikebunkan secara intensif. Secara ekonomi, komoditas kemukus
termasuk dalam komoditas rempah yang banyak diserap oleh industri obat ataupun jamu
nasional. Desa Kemawi, Kecamatan Somagede Kab. Banyumas merupakan salah satu desa
yang sampai saat ini masih mengembangkan dan membudidayakan tanaman kemukus.
Bahan tanam dikembangkan secara mandiri melalui teknik stek, tetapi hal ini mengalami
hambatan dimana keberhasilan tumbuh stek sangat kecil, dan apabila dikembangbiakan
dengan biji, untuk mencapai masa produktif cukup lama sampai dua tahun. Hambatan lain
yang cukup besar dalam pengembangan tanaman kemukus adalah serangan penyakit
terutama penyakit busuk pangkal batang yang banyak menyerang tanaman produktif hingga
mengalami kematian. Kegiatan ini bertujuan untuk transfer teknologi pembibitan tanaman
kemukus dengan teknik sambung dengan tanaman malada di Kelompok Tani Sekar Aji Desa
Kemawi Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas Kegiatan IPTEKS dilaksanakan mulai
bulan April sampai Oktober 2022, di Kelompok Tani Sekar Aji Desa Kemawi, Kec.
Somagede Kab. Banyumas. Untuk mengatasi permasalahan mitra beberapa solusi teknologi
yang ditawarkan adalah transfer teknologi melalui pendampingan, pelatihan, dan demplot.
Metode ceramah dan diskusi dilakukan sebagai media alih informasi yang bersifat interaktif
dan berlangsung dua arah. Pemecahan yang ditawarkan melalui program penerapan Ipteks
di Kelompok Tani Sekar Aji antara lain pelatihan dan penyuluhan pembuatan bibit tanaman
kemukus sambung dengan tanaman malada, demplot pembibitan tanaman kemukus
sambung dengan tanaman malada. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa Petani yang
tergabung dalam Kelompok Tani Sekar Aji telah mampu mengadopsi teknologi bibit
kemukus dengan sambung tanaman malada. Bibit sambung tanaman kemukus dengan
malada keberhasilan sambung tertinggi mencapai 65 persen dengan teknik sambung batang
atas 2 ruas.






